Edelweiss, bukan bunga abadi

Table of Contents


Edelweiss Jawa, dengan nama latinnya Anaphalis Javanica adalah tumbuhan unik yang hanya tumbuh di zona alpina/montana di Negeri kita. Meski rata-rata hanya punya tinggi sekitar 2 meter, namun Edelweiss ini sebenarnya mampu untuk tumbuh tinggi mencapai delapan meter. 

Kita pending dulu pelajaran biologinya, entah ada angin apa tiba-tiba teringat satu hal ketika mengantar teman ke Gunung Merbabu Oktober 2014 lalu. Saat itu baru saja sampai di pos 3 Merbabu jalur Selo. Suasana begitu panas karena memang sudah lewat tengah hari di musim kemarau. 

Mataku tertuju ke puncak merapi dengan solfatara tipisnya, sedikit membayangkan betapa panasnya pasar bubrah di musim seperti ini. Tiiba-tiba ada suara “mas..mas.. edelweis itu yang mana sih ?” tanya seorang gadis yang penuh dengan debu, *@^%&*!... Sesaat aku hanya bengong, bingung mau dijawab gimana. 

Bayangkan, ada orang tanya edelweiss itu yang mana di bawah pohon edelweiss. Ahahaha... bingung kan, akhirnya aku kasih tau aja. Ini pohon edelweissnya. “Oh.. makasih mas” aku balas ya sambil berjalan dengan senyum-senyum sendiri mirip orang gila. Dan kemudian istirahat dibawah rimbunnya edelweiss tak jauh dari tempat gadis itu bertanya. 

Dalam hati ada sedikit rasa menyesal, kenapa harus diberitahu. Siapa tahu dia mau panen edelweis di tempat ini. ah kenapa malah jadi berprasangka buruk. dan tampaknya si gadis itu juga Cuma liat dan pergi melanjutkan perjalanannya.  

Edelweis ini kerap menjadi perdebatan oleh teman-teman pendaki terutama di Socmed. Kebanyakan mereka yang pro sama pemetikan berasalasan “kalau hanya sedikit dan hanya ujung yang kecil kan nanti masih bisa regenerasi”. hmm... tapi kalau 2000 pendaki pikirannya seperti itu ? bisa habis itu edelweiss dalam satu minggu. 

Untuk  mencapai tinggi 20cm, edelweiss membutuhkan waktu kurang lebih 13 tahun (Van Leeuwen, 1993 dalam Aliadi, 1990). Ah ... jadi sok pinter ini hehe... yang jelas waktu regenerasi tidak akan bisa menandingi cepatnya perusakan yang dilakukan oleh setiap yang datang dan memetik tangkai bahkan cabangnya. 
edelweiss sebelum pasar Bubrah Merapi yang mulai tumbuh pada Agustus 2014, dan sebulan kemudian sudah tidak ada lagi.

Padahal edelweiss ini sangat penting bagi habitat hutan pegunungan dengan tanah vulkanik. Karena edelweiss merupakan tumbuhan pelopor (tumbuhan yang mengawali habitat yang lain). Edelweiss mampu tumbuh di tanah tandas terutama tanah vulkanik muda, dengan membentuk mikoriza dengan jamur tanah dan memperluas kawasan yang dijangkaunya untuk mencari zat hara. Bunga edelweis ini juga tempat hidup lebih dari 300 serangga dan lebah.

Di Negara kita, edelweiss dilindungi oleh hukum dengan landasan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999: Pasal 5 (1) Suatu jenis tumbuhan dan satwa wajib ditetapkan dalam golongan yang dilindungi apabila telah memenuhi kriteria: a. mempunyai populasi yang kecil; b. adanya penurunan yang tajam pada jumlah individu di alam; c. daerah penyebaran yang terbatas (endemik). (2) Terhadap jenis tumbuhan dan satwa yang memenuhi kriteria sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib dilakukan upaya pengawetan. Namanya juga undang-undang, jangankan yang tidak tahu. yang tahu aja sengaja ngelanggar...

Katanya naik gunung itu bisa menelanjangi kepribadian kita, yang egois bakalan keliatan egoisnya, yang serakah dan yang acuh tak acuh... bukankah dengan metik edelweiss semakin memperkuat keEgoisan, keSerakahan dan menyuburkan sikap acuh tak acuh kita ?. Hanya  karena alasan pembuktian kalau sudah sampai gunung, metik edelweiss... semua orang yang bertemu di puncak sudah mengakui kok kalau kamu hebat... 

Ada lagi yang buat hadiah pacar, “ini bunga abadi lho say”... prett.. coba beli edelweis di bromo dan biarkan di rumah, amati kalau memang abadi, lama-lama juga kering dan rontok. Kalau pacarnya pengen edelweiss, ajakin aja naik gunung, kalau ga kuat ya diliatin aja gambarnya, bikin gambar sebagus mungkin sekalian belajar teknik foto hehe... Kalau masih ga puas ... Woo... pacar kamu nafsunya kegedean ! hahaha...

Tidak semua pendaki gemar metik edelweis, banyak kok yang juga sangat peduli. Bahkan sampai bertengkar karena mengingatkan pendaki lain yang ketahuan lagi metik edelweis. Harusnya ya ga usah bertengkar. Yang merasa salah segera menyadari kesalahannya ga usah banyak alasan. 

5 comments

tinggalkan jejakmu ...
Comment Author Avatar
January 12, 2016 at 2:36 AM Delete
emang cinta itu egois...
Comment Author Avatar
Anonymous
January 22, 2016 at 12:47 PM Delete
jomblo ya pak? hehehe...
*sama.. :v
Comment Author Avatar
January 22, 2016 at 2:00 PM Delete
ahaha... sesama jomblo harus rukun hehe... makasih udah pada mampir
Comment Author Avatar
Anonymous
February 22, 2016 at 11:18 PM Delete
ijin nyimak Edelweiss, bukan bunga abadi
Comment Author Avatar
February 24, 2016 at 12:38 AM Delete
silahkan bro...