Mengatasi dan mencegah Hipotermia
Table of Contents
Hipotermia adalah kondisi di mana tubuh mengalami penurunan suhu secara drastis dari suhu normal yang dibutuhkan untuk metabolisme dan menjalankan fungsi tubuh yaitu 35°. Untuk itu perlu dikenali gejalanya dan bagaimana cara mencegah dan mengatasinya.
Penyebab paling utama adalah karena suhu yang terlalu dingin. Bisa terjadi jika tidak mengenakan pakaian yang tepat saat mendaki gunung, atau memakai baju atau pakaian yang basah dalam waktu yang terlalu lama. Kasus yang sering terjadi di gunung Indonesia adalah ketika musim penghujan, di mana penyebabnya adalah karena pakaian yang lembab.
Gejala Hipotermia
Sedikit sulit untuk dijelaskan bagaimana gejala hipotermia ini. Ini bergantung kepada seberapa rendah suhu pada tubuh pengidapnya. Gejala awalnya adalah menggigil disertai dengan rasa lelah, pusing, lapar, mual dan kulit yang dingin serta pucat ditambah dengan nafas yang cepat
Jika suhu tubuh turun hingga di bawah 32° pengidap biasanya tidak mampu untuk menggigil lagi. Ini menandakan tingkatan hipotermia sudah memasuki tahap menengah hingga parah.Pengidap serangan hipotermia tingkat menengah akan mengalami gejala-gejala yang meliputi:
Ringan :
- Mengantuk atau lemas.
- Berbicara tidak jelas (nglantur)
- Linglung dan bingung.
- Hilang akal sehat, misalnya membuka pakaian walaupun sedang kedinginan.
- Kesulitan bergerak dan koordinasi tubuh yang menurun.
- Nafas yang pelan dan pendek.
- Jantung melemah
- Kesadaran yang terus menurun hingga pingsan.
- Pupil mata yang melebar.
- Nafasnya pendek atau sama sekali tidak bernafas.
- Denyut nadi yang lemah, tidak teratur, atau bahkan sama sekali tidak ada denyut nadi.
- Pastikan pakaian penderita kering, jika basah segera ganti dengan yang kering
- Masukkan penderita ke dalam sleeping bag bisa diberikan dengan mentransfer panas tubuh misalnya dengan dipeluk. Atau dengan menghangatkan bagian-bagian tertentu seperti patu-paru dengan air hangat yang dimasukkan kedalam botol.
- Jika pengidap masih sadar (usahakan tetap sadar) beri minuman hangat pelan-pelan. ingat, bukan minuman beralkohol ataupun mengandung kaefein.
- Jika Pengidap mulai kehilangan kesadaran. cek apakah nafasnya teratur. jika mulai tidak teratur, berilah nafas buatan dari mulut ke mulut.
- Hangatkan keadaan sekitar dengan membuat api unggun.
- gunakan perlengkapan mendaki yang sesuai prosedur pendakian, misalnya jaket gunung, sleeping bag, kaos tangan, kaos kaki, makanan yang cukup dan yang penting adalah mentel (jas hujan)
- jangan pakai celana jeans, selain bahannya yang cenderung menyesuaikan dengan suhu sekitar, celana jeans akan sulit kering jika terkena air. Kalau perlu pakai celana quickdry.
- Bawa pakaian ganti secukupnya.
- Ketika istirahat usahakan membaur dengan teman yang lain. memasak bersama, minum kopi, susu teh atau minuman hangat yang lain.
- Ketika tidur pakailah pakaian dengan benar, seperti jaket, kaos kaki, kaos tangan dan sleping bag. Tidur berhimpitan dengan teman juga membantu kita tetap hangat.
Mencegah adalah cara paling mudah untuk mengatasi segala masalah. penuhi semua standart pendakian. Jangan sekali-kali menyepelekan, Batas tubuh setiap orang berbeda.

Post a Comment