Cukup Tiga Milidetik Nyawa Bisa Melayang


Mendaki gunung memang kegiatan yang sangat beresiko. Meski kebanyakan olahraga di luar ruangan (outdoor) semuanya beresiko. Meski sudah dipersiapkan dengan baik dan matang kadang resiko-resiko itu tak dapat dihindari, baik yang kecil hingga yang besar. Dari sekedar lecet, memar bahkan sampai kehilangan nyawa. Terlepas dari itu, kalau Alloh berkehendak tak ada yang bisa menghindar. Namun, sebagai manusia kita wajib berusaha !

Gangguan yang berasal dari diri sendiri bisa berupa kelalaian, kurang konsentrasi atau karena menyepelekan medan. Makannya ketika mendaki gunung standartnya haruslah ada yang namanya tim. Ketika ada yang lalai tentu teman yang lain mengingatkan, saling menjaga dan semua keputusan harus dimusyawarahkan. Misalnya harus nge-camp di mana, berangkat jam berapa dan lain-lain. 

Sebuah kabar menjadi viral ketika ada sekelompok pendaki yang tersambar petir di Gunung Prau Dieng. Tiga dari sebelas orang pendaki meninggal dunia. Sebelas pendaki ini berasal dari Jakarta. Mereka tersambar petir ketika berteduh di dekat tower yang berada di lereng Gunung Prau pada hari minggu 23 April 2017. Tersambar petir di gunung bukanlah berita yang baru. Beberapa tahun yang lalu di Gunung Sindoro juga ada pendaki yang tersambar petir. Meski ketika itu tidak ada yang meninggal. 

Petir, berbeda dengan gejala alam lainnya yang berpotensi mengancam keselamatan. Badai mungkin kita dari tekanan udaranya yang berubah secara drastis atau gumpalan awan yang tampak. Petir kadang datang tanpa ada tanda-tandanya, bahkan dari beberapa kasus tersambar petir terjadi tanpa disertai hujan. 300.000 km/jam kecepatan petir sampai ke tanah dan waktu yang dibutuhkan petir ketika menjalani tubuh orang yang tersambar tidak lebih dari Tiga milidetik. 

Tiga milidetik itu cukup membuat sekujur tubuh korban hangus terbakar. Dalam sciencealert.com seorang yang pernah selamat dari sambaran petir mengatakan jika disambar petir seperti “disengat ribuan lebah dari dalam tubuh”. Dan sambaran petir ini akan mengakibatkan gangguan pada jantung yang kemudian menimbulkan serangan jantung dan korbannya meninggal. 

Oleh karena itu, menghindarinya adalah cara yang paling tepat. Cara sederhana adalah dengan menghindari tempat-tempat yang berpeluang tersambar. Petir tentu menyambar tempat-tempat yang tinggi. Oleh karena itu sangat bagus bila kita menghindari pepohonan yang tinggi atau menara yang lebih berpotensi tersambar petir. Petir tidak serta merta langsung menyambar kita, namun kita bisa terkena efek karena berada di tempat yang tersambar petir. Untuk jelasnya bagaimana menghindari petir silahkan baca artikel yang menurut saya sudah cukup lengkap di sini :D


0 Response to "Cukup Tiga Milidetik Nyawa Bisa Melayang "

Post a Comment

tinggalkan jejakmu ...