Memilih kompor lapangan yang tepat untuk mendaki Gunung


Kompor lapangan adalah alat Mendaki gunung yang penting.  Untuk lama pendakian lebih dari 1 hari, pendaki perlu memasak baik itu makanan atau minuman. Bagi yang hobi camping tentu saja ini menjadi wajib. Acara memasak kadang merupakan bagian yang sangat menyenangkan. 

Memilih kompor ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan kegiatan, berapa lamanya dan banyaknya anggota. Banyak sekali jenis kompor yang beredar yang didesain untuk kegiatan alam bebas. Dilihat dari jenis bahan bakar ada 3 jenis, kompor dengan bahan bagar gas butana, kompor dengan bahan bakar parafin dan kompor dengan bahan bakar metanol/alkohol/spritus. untuk menimbang mana yang akan kita pilih terlebih dahulu kita ketahui masing-masing karakternya

1. Kompor parafin


Kompor Parafin ini sangat sederhana sekali, hanya berupa lempengan besi yang bisa dilipat. Cara pakainya cukup mudah, tinggal buka aja dan letakkan parafin di tengah kompor.

Kelebihan kompor dengan bahan bakar parafin ini adalah kepraktisannya. Tidak memerlukan waktu yang lama dalam menyiapkan dan juga irit tempat dalam carrier. Hampir tidak pernah ada masalah dengan kompor ini karena kesederhanaan desainnya. Bahkan jika memang sudah tidak bisa dipakai parafin sendiri sangat mudah digunakan dengan membuat tungku sederhana misalnya dengan batu atau menggali tanah. Jadi untuk kondisi survival parafin ini jagoannya. 

Sedangkan kekurangannya adalah kompor parafin ini adalah kurang efektif untuk memasak dalam jumlah banyak. harus berkali-kali menambah tablet parafin. Dan karena baunya yang khas terkadang ada beberapa orang yang tidak tahan. Namun sebenarnya hal ini sangat wajar karena memang tujuan kompor ini adalah alat individual. Terutama digunakan oleh angkatan bersenjata.

2. Kompor dengan bahan bakar Gas Butana

Dari semua jenis kompor lapangan, kompor jenis ini sangat banyak inovasinya. Dan sebagian besar mereka yang berkegiatan di alam bebas menggunakan ini. berikkut macamnya :



a. Kompor Gas Lipat

sumber gambar:aliexpress.com
Terdiri dari 3 kaki-kaki yang mirip dengan kupu-kupu yang bisa dilipat, selang untuk ke bahan bakar, adapter tabung (penghubung tabung dengan gas) dan sumbu kompor. 

Kelebihan dari yang berbahan gas adalah mudahnya dalam pengaturan api sehingga bahan bakar akan lebih efektif. Masakan juga akan terasa enak seperti masak di rumah :D

Kekurangan dari yang model lipat ini adalah, ribet sekali memasangnya karena harus merangkai semua komponen satu-persatu. Dan tidak tahan terhadap angin. Selang juga sangat rawan bocor terutama jika sudah berumur. Dan terakhir spuyer (penyembur gas) sering mampet jika terkena debu atau karat.

b. Kompor Gas Mini Portable 


Berbentuk kotak persegi kompor mini ini mempunyai kaki-kaki yang bisa dilipat. Tabung gas bisa langsung dipasang tanpa menggunakan selang. Pengatur volume gas juga lumayan enak. 

Kelebihan dari kompor ini adalah mudah cepat dan efisien dalam memasak. Kekurangannya hampir sama seperti kompor lipat. Jika memasak didaerah dengan banyak angin api akan menyebar ke mana-mana karena memang tidak memiliki pelindung angin. Tuas pengatur volume gas juga kurang tahan lama ulirnya akan mudah aus. Selain itu memang model ini tidak begitu irit ruang di dalam carrier.

c. Kompor Portable Mini Windpoof



Hampir sama seperti kompor mini portable di atas hanya saja kebanyakan jenis ini mempunyai bentuk badan lingkaran. Sayap pelindung anginnya dapat dibuka dan dirapatkan ketika sudah tidak dipakai. 

Kelebihan dari jenis ini adalah efisiensi waktu masak. Selain melindungi dari terpaan angin fitur windprove juga merefleksikan panas sehingga hanya fokus pada panci/nesting. Sangat cocok untuk dipakai beramai-ramai. 

Kekurangan yang paling banyak adalah karena bentukanya yang besar sehingga sangat tidak hemat ruang di dalam carrier atau daypack. Selebihnya hampir sama dengan kompor mini portable biasa.

d. Kompor Gas Portable


Bentuknya tampak mirip kompor gas hasil pembagaian konversi minyak tanah ke gas hehe... tabung gas terletak disamping dan memiliki cover.

Keunggulan : Sangat mudah untuk digunakan dan nyaman sangat pas untuk digunakan memasak beramai-ramai

Kekurangan : bentuk besarnya sangat tidak ringkas untuk dibawa. khusus ini saya sangat tidak menyarankan untuk dibawa khususnya naik gunung.  


3. Kompor dengan bahan bakar spritus/metanol/alhkohol

Kebanyakan penggunanya akan menggunakan bahan bakar spritus karena itu yang paling mudah didapatkan. Kompor model ini secara garis besar sangat praktis dengan bahan bakar paling fleksibel dan mudah didapat di mana saja (maksudnya toko-toko :D ) masakan yang dimasak juga akan terasa enak tanpa aroma bahan bakar yang masih nempel. Bisa dikatakan kalau ini mewakili kepraktisannya parafin dendan kenikmatan sama seperti kompor dengan bahan bakar gas. Berikut varian-variannya.

a. Kompor Spritus Alocs


Ini sebernarnya sih nama merk. Kompornya kecil dengan body utama terbuat dari campuran aluminium dengan Tempat spritus di tengahnya. 

Kelebihannya adalah ringkes dan mudah dalam merangkainya. Sedangkan untuk kekurangannya adalah tidak memiliki fitur penahan angin yang membuat kurang efektif dalam memasak. Menurut saya ini memang didesain untuk kegiatan individu jadi untuk digunakan memasak dalam jumlah banyak kurang begitu memuaskan. 

b. Kompor Trangia


ini primadonanya kompor dengan bahan bakar spritus. satu set terdiri dari pelindung angin bawah, pelindung angin atas, ketel untuk masak air, 3 buah panci (besar&kecil) satu buah wajan anti lengket, kompor dan strap. 

Kelebihan kompor ini adalah sangat praktis dengan berbagai kebutuhan yang sudah terdapat didalamnya. Pelindung angin akan membuat memasak menjadi lebih efektif. Bahan-bahan yang ringan akan membuat ukuran packing kita menjadi ringkas. 

Kekurangannya yang paling utama adalah kaerna harganya yang mahal. Dan secara umum agak ribet untuk mengatur volume api meski sudah disediakan simmering. 

Untuk harus memilih yang mana itu tergantung dari kegiatan yang akan kita lakukan. Apakah beramai-ramai atau sendiri. kompor dengan bahan bakar gas lebih efektif jika berkegiatan dengan banyak teman. Dan kemudian trangia. Ketika melakukan kegiatan sendiri saya lebih suka menggunakan alocs (kompor spritus mini). Selain itu juga sesuaikan dengan nesting kita. Nesting TNI yang persegi memang didesain untuk kompor parafinnya TNI jadi kadang kurang pas ketika dipadukan dengan kompor-kompor lain. Kalau mau enak memang pakai trangia semua sudah jadi 1 set kita sudah tidak perlu untuk menyesuaikan lagi. 

Sebenarnya masih banyak lagi jenis-jenis kompor yang beredar di pasaran. Untuk kali ini saya hanya membahas yang mudah didapatkan di sekitar kita saja.  

2 Responses to "Memilih kompor lapangan yang tepat untuk mendaki Gunung"

  1. Iya ini meninggalkan jejak dulu,soal kompor masih pakai gas, kalau pendakian gunung salju pakainya kompor apa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. meski belum pernah naik gunung es.. hehe... tapi biasanya pake bahan bakar cair atau gas.

      Delete

tinggalkan jejakmu ...