Memilih Sepatu Gunung atau Sandal

Table of Contents

Menggunakan sepatu atau Sandal ?. Pertannyaan ini bisanya dilontarkan oleh teman-teman yang baru pertama kali mendaki. Pertanyaan singkat yang sederhana, kita hanya harus menjawab menggunakan sandal atau sepatu. Namun jawabanya tidaklah semudah itu. Karena baru awal-awal mendaki maka harus diberi perngertian yang benar.

Secara pribadi saya tidak terlalu masalah apakah akan menggunakan sandal. Karena pada masa awal-awal dulu saya juga sering sekali menggunakan sandal. Faktor kenyamananlah yang membuat saya menggunakan sandal. Meskipun ketika ada orang bertanya apakah harus menggunakan sandal atau sepatu saya akan balik bertanya, sepatu seperti apa yang akan dia gunakan. Jika sepatu yang tidak memenuhi syarat untuk dipakai mendaki ya saya suruh saja dia pake sandal gunung. Meskipun sebenarnya sandal gunung ini memang tidaklah didesain untuk berjalan jauh. 

Meskipun menyarankan hal di atas tetap saya berikan pengertian tentang kekurangan-kekurangannya. Sandal gunung memang nyaman, tapi kenyamanannya hanya untuk beberapa jam perjalanan saja. Karena sandal tidak memberikan perlindungan kepada angkle kita. Lebih parahnya bisa menyebabkan cidera. Selain itu resiko-resiko seperti terkena duri ataupun pacet juga bebih besar terutama jika gunung yang kita daki memiliki semak-semak lembap. Ditambah bisa saja tersandung dan menyebabkan terluka. Dan juga dinginnya suhu lebih menusuk jika memakai sandal.

Akan tetapi saya masih banyak melihat beberapa pendaki mengenakan sepatu dalam beberapa pendakian. yang disayangkan adalah gunung yang didaki ini memiliki tingkat resiko tinggi. Sebut saja gunung Merapi, kondisi jalan menuju puncak yang licin dan penuh dengan batu dan pasir sangat berisiko pada kaki kita. Hal serupa juga ditemui di perjalanan menuju puncak Mahameru. 

Dalam safety prosedur kegiatan alam memang untuk melindungi kaki ini semua sepakat untuk menggunakan sepatu. Sepatu gunung sendiri dibagi menjadi 3 macam berdasar fungsi aka perlindungannya.
  • Low Cut : sepatu ini tidak melindungi mata kaki, cocok digunakan untuk perjalanan singkat dan tidak membawa beban berat.
  • Mid Cut : sepatu ini menutupi sampai batas mata kaki dan sudah melindungi angkle
  • High Cut : disebut juga full protection, melindungi sampai atas mata kakiDari jenis di atas sepatu high cut merupakan yang paling direkomendasikan dalam kegiatan luar ruangan terutama dalam kegiatan lintas rimba. Untuk mendaki gunung kebanyakan menggunakan Mid Cut.
Banyak kelebihan dari sepatu, kaki akan terjaga dari kedinginan yang mana kaki yang dingin dengan mudah akan terserang kram. Serangan pacet juga tidak akan menjadi ancaman. Duri dan batu kerikil tentu bukan menjadi masalah lagi. Angkle lebih aman dan tentu akan meredam terhadap getaran lebih baik, terlebih jika kita membawa beban yang berat.

Sedangkan kekurangan dari sepatu ini sebenarnya tidaklah sebanding dengan kelibihannya. Kelincahan tentu akan berkurang. Harga sepatu gunung terbilang mahal, tidak ada barang yang murah namun kualitasnya bagus. Juga beratnya yang kadang membuat kurang begitu nyaman. 

Alasan yang sering dipakai oleh para pecinta sandal adalah masalah mahalnya harga sepatu. Dan sebuah pernyataan yang seakan benar mengenai sandal. “kalau memang prosedurnya menggunakan sepatu, kenapa masih dibuat sandal gunung”. Seakan pertanyaan itu hanya memberikan satu jawaban yaitu memang sandal juga diperbolehkan. Namun harus di koreksi dulu, tidak ada yang memberi nama sandal gunung. Sandal lebih cocok digunakan dalam kegiatan di air seperti rafting, kalaupun dibawa di gunung ya hanya dipakai ketika tidak berjalan jauh, waktu di camp misalnya. 

Saya sendiri berkali-kali menggunakan sandal untuk mendaki gunung, bahkan saya masih punya sandal yang sudah saya pakai di 5 puncak gunung. Namun saya tidak pernah menganggap itu sebagai suatu yang benar. Masalah harga sepatu yang mahal, itu bisa diakali dengan menabung, utang atau kredit. Saya sendiri baru bisa membeli sepatu ketika tabungan sudah mencukupi. Memang awal menggunakan sepatu terasa sedikit berat dan tidak selincah ketikan menggunakan sandal. Namun secara keseluruhan sebenarnya jauh lebih nyaman. Tidak begitu terasa lagi pegal-pegal ketika sampai di rumah.

Jadi, apakah akan menggunakan sandal atau sepatu silahkan dipertimbangkan sendiri. Semua mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Meski kelebihan sandal tidaklah secara prinsip, hanya subyektif saja. Terlebih lagi kekurangannya lebih banyak. Sedangkan sepatu, tentu keamanannya lebih terjaga karena perlindungan yang diberikan lebih maksimal.