Jalur Pendakian Gunung Merbabu Via Selo

Table of Contents

Jalur pendakian merbabu Via Selo saat ini menjadi jalur yang relatif lebih ramai dari jalur yang lainnya. Pemandangan yang indah dengan sabana yang menghampar membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan. Ditambah lagi dari jalur ini tetangga dekat gunung merbabu yaitu Merapi bisa terlihat dengan jelas.

Akses ke lokasi adalah yogyakarta atau Solo, jika dari Solo naik bus jurusan Semarang turun di kota Boyolali. Apabila dari kota Yogyakarta harus naik bus jurusan Solo turun di Kartasura, kemudian ganti bus jurusan Solo Semarang turun di kota Boyolali. Untuk menuju ke Selo dari kota Boyolali menggunakan bus kecil jurusan Selo. Bus yang langsung ke Selo agak jarang biasanya hanya sampai Pasar Cepogo, dan dari pasar Cepogo ganti lagi bus kecil yang menuju Selo. Dari kota Boyolali bus kecil yang menuju Selo ini tidak parkir di terminal Boyolali. Pendaki harus sedikit berjalan kaki ke Pasar Sapi di mana bus kecil jurusan Cepogo/Selo berhenti mencari penumpang.

Alternatif yang lain adalah minta dijemput oleh pak Bari (Basecamp merbabu) Beliau bersedia menjemput sampai di solo atau yogyakarta asal ada perjanjian terlebih dahulu.

Kernet bis sudah hafal jalan menuju basecamp Merbabu Selo, minta saja diturunkan di plang petunjuk arah gunung Merbabu. Atau kalau mau belanja bisa turun di pasar Selo. Dari jalan raya masih dibutuhkan waktu sekitar 1 jam berjalan kaki untuk bisa sampai di basecamp. Atau kalau mau enak bisa minta diantar ojek.

Di basecamp air bersih sulit didapatkan, untuk keperluan pendakian hendaknya persiapkan dari bawah. Ada beberapa basecamp di jalur ini, saya lebih suka di basecampnya pak bari. Di sini ada Musholanya, sebelum mendaki juga bisa mengisi perut dengan memesan makanan.

Awal pendakian pendaki kita akan disambut gapura selamat datang dari Taman Nasional Gunung Merbabu. Memasuki pintu hutan suasana jalanan kiri kanan dipenuhi pohon pinus dan lamtoro, di siang haripun akan terasa sejuk. Jalanan masih cukup landai hingga 15 menit perjalanan. Setelah berjalan 1-1,5 jam sampailah di pos 1 (Dok Malang). Pos ini masih berada di rimbunnya pepohonan.


Selepas pos 1trek belumlah terasa cukup curam, ada satu tanjakan yang lumayan terjal dan di puncaknya adalah pos bayangan. Baru setelah berjalan 20 menit dari pos bayangan kita akan sampai di pos 2 (pandean) jarak dari pos 1-2 ini bisa dibilang panjang.

Selanjutnya, jarak antara pos 2 dan 3 tidaklah jauh. Sekitar 45 menit berjalan kita akan sampai di pos 3 (watu tulis) pemandangan di Sini cukup indah dengan merapi yang cukup jelas jika tidak berkabut. Ditambah lagi dengan rimbunnya pohon-pohon edelweis. Sebaiknya istirahat sedikit lama di pos 3 ini. Kalau ada camilan ya dimakan.

Menuju pos 4 (sabana 1) kita akan dihadapkan dengan trek yang cukup membuat nafas tersendat. Trek yang terjal dengan tanah yang mudah membuat tergelincir. Pilih jalan sedikit ke kiri untuk karena di sebelah kiri kita bisa mendapat pegangan. Setelah ini sampailah di sabana 1 atau pos 4.

Sabana 1 ini merupakan salah satu tempat menarik untuk berkemah, tempatnya yang datar dan pemandangannya yang indah mungkin menjadi alasan para pendaki memilih untuk mendirikan tenda mereka di sini. Namun angin di tempat ini cukup kencang, terlebih lagi sangat rawan badai. Menurut saya sekalian saja kalau mau ngecamp di sabana 2 yang jaraknya tidak begitu jauh dari puncak.

Dari sabana 1 untuk menuju sabana 2 (pos 5) tidaklah diperlukan waktu yang lama. Sekitar 40 menit saja. Trek berupa tanjakan yang sedikit terjal meski tidak seterjal antara pos 3-pos 4 namun angin cukup kencang bila malam di tempat ini. setelah sampai puncak bukit kita akan berjalan menurun dan sampailah di pos 5 (sabana 2). Meskipun terpaan angin masih terasa besar tapi menurut saya inilah tempat mendirikan tenda yang pas.

jika menginginkan menikmati sunrise di puncak sebaiknya anda mulai bangun jam 3 pagi untuk menyiapkan sarapan. Waktu tempuh ke puncak sekitar 1 – 1,5 jam. Kalau malas bangun pagi, sunrise bisa dinikmati di bukit sebelah timur sabana. Keuntungan jalur ini adalah, sunrise bisa dinikmati di sepanjang jalur pendakian.

Untuk ke puncak trek cukup terjal, lebih baik semua barang ditinggal di tenda dan cukup membawa air minum saja. Satu botol air 500 ml cukup. Diujung jalan kita akan menemui percabangan jalan pintas, jika ambil kanan maka akan sampai ke puncak Kentheng Songo dan lurus menuju puncak triangulasi.

Di puncak Kentheng Songo kita bisa memandang puncak merapi, dan lawu di Timur. Ke barat Sumbing, Sindoro dan Slamet tampak samar-samar. Di puncak kentheng songo masih ditumbuhi cantigi. Dan tentunya yang khas adalah adanya kentheng (batu berubang). Konon jumlahnya 9 namun kita hanya akan mendapati 4, dan 1 lagi ada di pos 6.